Bersama Untan Membangun Negeri

Bersama Untan Membangun Negeri

Bersama Untan Membangun Negeri. Untan adalah singkatan dari Universitas Tanjungpura dimana universitas kebanggaan Kalimantan Barat dari sekian banyak universitas dan lembaga pendidikan setingkat sekolah tinggi. Universitas Tanjungpura adalah salah satu dari 135 Universitas Negeri yang ada Indonesia dimana dalam daftar tersebut juga terdapat Politeknik, Institut, Sekolah Tinggi, dan Akademi. Untuk melihat sebuah lembaga atau instansi bersungguh-sungguh niatnya maka lihatlah visi dan misinya. Karena visi misi adalah suatu konsep atau pandangan jauh kedepan dari sebuah institusi (dalam hal ini Universitas Tanjungpura) berkaitan dengan tujuan yang ingin dicapai dana apa yang perlu dilakukan untuk mewujudkan visi tersebut di masa depan dengan melakukan perencanaan yang disertai dengan tindakan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam waktu tertentu. Sedangkan misi adalah segala sesuatu baik itu strategi maupun berupa tindakan yang harus dilakukan untuk mewujudkan Visi tersebut diatas (dalam hal ini Visi dan Misi Universitas Tanjungpura).

Bersama Untan Membangun Negeri

Sesuai dengan tema diatas yaitu “Bersama Untan Membangun Negeri“, hal pertama yang kita lihat adalah visi dan misi dari Universitas Tanjungpura itu sendiri.

Visi
Pada tahun 2020 Universitas Tanjungpura menjadi institusi preservasi dan pusat informasi ilmiah Kalimantan Barat serta menghasilkan luaran yang bermoral Pancasila dan mampu berkompetisi baik di tingkat Daerah, Nasional, Regional maupun Internasional

Misi
Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara bermutu sehingga dapat menghasilkan luaran yang mampu mengikuti, mengembangkan dan memajukan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta mampu memberikan arah bagi pengembangan sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing. Dan dengan cara misinya adalah Bersama Untan Membangun Negeri.

Baca juga: Bersama Untan Membangun Negeri

Bersama Untan Membangun Negeri Jadi teringat beberapa tahun yang lalu, saya pernah membaca sebuah cerita yang sangat memotivasi tentang perwujudan motivasi. Tersebutlah sebuah cerita menurut penulis buku cerita tersebut adalah cerita nyata di sebuah daerah di Amerika Serikat. Ini cerita Manthi Roberts seorang anak desa atau anak kampung dengan hidup biasa-biasa saja, yang tetap kukuh dengan visi misi hidupnya atau impian hidupnya. Pada waktu itu Manthi Roberts kecil mendapatkan tugas dari guru di sekolahnya. Tugasnya adalah menceritakan cita-cita lengkap dengan gambar dari cita-cita yang diinginkan. Tugas ini diberikan kepada seluruh kelas di sekolah Manthi Roberts tersebut. Selanjutnya jika sudah menyelesaikan tugas tersebut diberikan kesempatan untuk bercerita didepan kelas dan menjelaskan cita-citanya.

Baca juga: Bersama Untan Membangun Negeri

Bersama Untan Membangun Negeri 1 (satu) minggu telah berlalu dan seluruh siswanya mengumpulkan tugas dan menceritakan cita-cita di depan kelas. Tiba saatnya Manthi Roberts kecil maju kedepan kelas untuk menceritakan cita-cita dalam hidupnya. Sebelum itu Manthi Roberts pernah bertanya kepada ayahnya dan ayahnya menjelaskan kepada Manthi Roberts kecil bahwa dia bebas menuliskan apa saja yang emang menjadi cita-cita kelak saat telah dewasa. Manthi Roberts kecil menceritakan bahwa nanti dia akan membeli sebuah peternakan yang lengkap dengan kandang kudanya, peternakan sapi, kambing dan semuanya Manthi Roberts jelaskan dengan detail gambar pada buku gambar yang dibawanya. Dia menjelaskan nanti di sudut peternakan nantinya dia akan membangun rumah yang lengkap dengan perapian di runag tengah untuk tempat berkumpul anggota keluarganya. setelah selesai menceritakan semua cita-citanya, Manthi Roberts mendapat tanggapan dari gurunya. Gurunya berkata bahwa ia terlalu tinggi untuk bermimpi, terlalu mengada-ada dan rasanya mustahil diwujudkan dengan keadaanya seperti ini. Sang guru menyarankan untuk mengubah tugas dengan yang lebih realistis seperti kebanyakan tugas dari kawan-kawan lainnya, dan bisa dapat nilai yang bagus jika mengubah cita-citanya, tapi jika tidak mau merubah tugasnya maka Manthi Roberts tetap mendapat nilai F dengan lingkarang merah. Manthi Roberts mengatakan kepada gurunya bahwa walaupun gurunya memberi nilai F tapi ia tetap fokus terhadapa semua impiannya yang telah ia gambarkan dengan detail pada tugas tersebut dan di tempelah tugas tersebut di tempat yang paling sering Manthi Roberts lihat setiap hari di dalam rumah ayahnya yang sederhana.

READ  Rental Sewa Mobil Murah Pontianak

Baca juga: Bersama Untan Membangun Negeri

Bersama Untan Membangun Negeri Teringat dengan ucapan ayahnya bahwa dia dapat bermimpi apa saja dan harus tetap yakin dengan impinannya itu maka Manthi Roberts kecil tetap dengan impiannya walaupun apa yang terjadi. Dan akhirnya tugas Manthi Roberts itu mendapat nilai F dengan lingkari pulpen merah karena dia tidak merubah tugasnya tersebut. Manthi Roberts kecil pun menangis melihat tugasnya yang mendapat nilai F dan lari menghampiri ayahnya. Dengan bijak sang ayah berkata bahwa tidak apa kamu gagal dalam tugas ini, tapi kamu harus bisa mewujudkan apa yang kamu cita-citakan sampai benar-benar terwujud, disaat kamu lagi dalam masalah atau terkendala kamu harus ingat dengan kertas yang bertanda nilai F ini agar kamu selalu termotivasi mewujudkannya. Seteleh beberapa puluh tahun kemudian, Sekolah mengadakan study tour ke sebuah peternakan yang memang sudah terkenal di kota tersebut. Dengan antusias sang guru membawa rombongan anak-anak untuk memberikan pengalaman belajar langsung dilapangan. Anak-anak pun dengan semangat dan antusias mengikuti tour tersebut.

Baca juga: Bersama Untan Membangun Negeri

Bersama Untan Membangun Negeri Sampailah pada sesi perkenalan dengan pemilik peternakan tersebut. Sang guru dan rombongan dengan gembira berkenalan dengan pemilik peternakan yang memang terkenal di kota tersebut. Tiba saat sang guru berkenalan dengan pemilik peternakan tersebut pada ruang tengah dalam rumah yang luas di sudut lahan pertanahan tersebut. Sang guru tanpa sengaja melihat sebuah kertas lusuh dalam bingkai kaca yang dipajang di dinding rumah tersebut. kertas tersebut ada tanda F dengan lingkaran warna merah, tiba-tiba dia ingat sosok anak muridnya beberapa tahun yang lalu, karena nilai F tersebut sangat identik dengan tulisan tangannya. Setelah bertatap muka dengan sang pemilik peternakan, baru sang guru ingat bahwa pemilik peternakan yang paling terkenal di kota tersebut adalah anak muridnya yang dulu dia beri nilai F pada tugasnya. Setelah Bersalaman pemilik peternakan tersebut menyebutkan namanya yaitu Manthi Roberts. Manthi Roberts mengucapkan terima kasih banyak dan tetap menaruh rasa hormat kepada gurunya yang telah banyak berjasa dalam kehidupannya.

Baca juga: Bersama Untan Membangun Negeri

Bersama Untan Membangun Negeri Sang Manthi Roberts dewasa menjelaskan semenjak mendapatkan nilai F dengan lingkaran merah tersebut dia jadi bersungguh-sungguh dalam belajar, segala rintangan dia lewati, setiap dia mengalami kegagalan ataupun kendala dia selalu teringat dan melihat tugasnya yang tekah dia bingkai dan dia simpan di kamarnya pada rumah orang tuanya. Dengan mengingat tugas tersebut dia jadi termotivasi kembali dan bersungguh-sungguh menjalani hidupnya. Mendengar cerita Manthi Roberts dewasa sang guru pun turut bangga sekaligus menyesal serta meminta maaf kepada Manthi Roberts atas kejadian beberapa puluh tahun yang lalu. Sang guru baru sadar ternyata dia menjadi “pembunuh impian” anak-anak muridnya yang selama ini tanpa dia sadari. Sosok Manthi Roberts menyadarkannya kembali bahwa Impian, cita-cita, visi dan misi adalah sangat penting dan menjadi “jalur atau rel” yang nantinya akan menjadi petunjuk dalam menjalankan atau mewujudkan apapun yang dicita-citakan.

Bersama Untan Membangun Negeri Tidak ada orang yang gagal dalam dunia ini, yang adalah orang yang berhenti dalam mencoba, tidak mau bangkit kembali setiap kali gagal karena Sukses itu bukan tidak pernah gagal, melainkan Sukses adalah kumpulan dari setiap kali kegagalan yang dialami dan tetap bangkit untuk berjuang hingga sukses. itulah yang namanya Sukses Sejati.

Bersama Untan Membangun Negeri Begitu juga dengan Universitas Tanjungpura, Universitas ini dengan sungguh-sungguh menjalankan visi dan misi demi terwujudnya Bersama Untan Membangun Negeri. Hal ini tercermin semenjak awal mulai berdirinya Universitas ini yakni pada tanggal 20 Mei 1959 dengan nama awal yaitu Universitas Daya Nasional dan masih dibawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Daya Nasional sebagai sebuah universitas swasta. Yang mendirikan lembaga tersebut adalah para tokoh politik dan pemuka masyarakat Kalimantan Barat. Pada saat universitas ini berdiri hanya ada 2 (dua) fakultas yakni Fakultas Hukum dan Fakultas Tata Niaga. Tenaga-tenaga pengajarnya adalah para sarjana dan sarjana muda yang terdapat di daerah KalBar.

READ  Sewa Dan Rental Mobil Pontianak Lepas Kunci

Bersama Untan Membangun Negeri Dari status Universitas Daya Nasional tersebut berubah menjadi Universitas Negeri Pontianak melalui Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 53 Tahun 1963 tanggal 16 Mei 1963. Tapi tanggal peringatan peringatan penetapan tersebut ditetapkan menjadi tanggal 20 Mei 1960, dan berubah nama menjadi Universitas Negeri Pontianak sekaligus dibukanya fakultas baru yaitu Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik dan disertai perubahan nama Fakultas Tata Niaga berubah nama menjadi Fakultas Ekonomi.

Pada tahun 1965 nama Universitas Negeri Pontianak diubah menjadi Universitas Dwikora berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 278 Tahun 1965 tanggal 14 September 1965 sekaligus ditambahnya fakultas baru yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Baca juga: Bersama Untan Membangun Negeri

Pada tahun 1967 nama Universitas Dwikora berganti lagi menjadi Universitas Tanjungpura berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 171 tahun 1967. Nama tersebut diambil dari nama kerajaan Tanjungpura dan hingga saat ini UNTAN memiliki sembilan Fakultas dengan jenjang pendidikan hingga S2 (Strata Dua).

Berikut 9 (sembilan) fakultas yang terdapat di Universitas Tanjungpura dengan misinya Bersama Untan Membangun Negeri. Berikut daftar nama-nama fakultasnya:

Fakultas Hukum,Fakultas Ekonomi,Fakultas Pertanian,Fakultas Teknik,Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Fakultas Kehutanan,Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,Fakultas Kedokteran.

Dari 9 (sembilan) fakultas tersebut juga terdiri berbagai macam disiplin ilmu pada masing-masing fakultas tersebut. Hal ini juga sangat mendukung terwujudnya visi dan misi Untan melalui Bersama Untan Membangun Negeri. Berikut daftarnya:

Fakultas Hukum,
Ilmu Hukum.

Fakultas Ekonomi,
Ekonomi Islam,
Akuntansi,
Manajemen,
Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan.

Fakultas Pertanian,
Manajemen Sumber Daya Perairan,

Ilmu Tanah,
Peternakan,
Ilmu Tekonologi Pangan,
Budidaya Tanaman Perkebunan,
Sosial Ekonomi Pertanian,
Agroteknologi,
Manajemen Agribisnis.

Fakultas Teknik,

Teknik Sipil S1,
Teknik Sipil S2,
Teknik Eletro S1,
Teknik Elektro S2,
Teknik Informatika S1,
Perencanaan Wilayah dan Kota S1,
Teknik Pertambangan S1,
Teknik Kelautan S1,
Teknik Kimia S1,
Teknik Mesin S1,
Teknik Lingkungan S1
Arsitektur S1,
Teknik Informatika S1.

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,
Kominikasi,

Hubungan Internasional,
Antropologi Sosial,
Administrasi Perkantoran,
Ilmu Sosiologi,
Ilmu Politik,
Ilmu Pemerintahan,
Ilmu Administrasi Negara,
Sosiatri,
Kearsipan.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Program Magister;

Administrasi Pendidikan,
Pendidikan Bahasa Indonesia,
Pendidikan Bahasa Inggris,
Pendidikan Ekonomi,
Pendidikan Guru SD,
Pendidikan Sosiologi,
Teknologi Pembelajaran.
Ilmu Pendidikan:
Bimbingan dan Konseling,
Pendidikan Guru PAUD.

Ilmu Keolahragaan:

Ilmu Kepelatihan Olahraga,
Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi.
Pendidikan Dasar: Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Pendidikan Bahasa dan Seni:

Pendidikan Bahasa Indonesia, Sastra Indonesia dan Daerah,
Pendidikan Bahasa Mandarin,
Pendidikan Seni Tari dan Musik,
Pendidikan Bahasa Inggris,
Ilmu Perpustakaan

Pendidikan Matematika dan IPA:

Pendidikan Biologi,
Pendidikan Fisika,
Pendidikan Kimia,
Pendidikan Matematika.

Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial:

Pendidikan Ekonomi,
Pendidikan Geografi,
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial,
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,
Pendidikan Sejarah,
Pendidikan Sosiologi.

Fakultas Kehutanan,
Kehutanan

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,

Sistem Informasi,
Sistem Komputer,
Biologi,
Kimia,
Ilmu Kelautan,
Geofisika,
Fisika,
Statistik,
Matematika.

Fakultas Kedokteran.

Keperawatan,
Farmasi,
Kedokteran

Untuk mewujudkan Bersama Untan Membangun Negeri ada baiknya kita melihat data statistik berupa persentase jumlah lulusan masing-masing fakultas yang ada di Universitas Tanjungpura agar dapat menganalisa peluang karier yang paling banyak diisi oleh lulusan Untan, sehingga diharapkan bisa menjadi bahan referensi kedepannya bagi yang ingin melanjutkan jenjang sekolahnya di Universitas Tanjungpura. Posisi lima besar fakultas yang ada di Untan dimulai dari jumlah persentase terbanyak adalah:

Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (28%). Banyak dari lulusan Untan yang menjadi Dosen, guru, atau tenaga pengajar di pelbagai jenjang sekolah dan lembaga pendidikan hal ini dikarenakan dengan majunya perkembangan pendidikan di Kalimantan Barat sehingga citra pendidik masih dipandang menjadi pekerjaan yang Mulia.

READ  Rental Mobil Pontianak Dengan Supir Dan Lepas Kunci Zaman Now

Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (175). Lulusan fakultas ini biasanya menjadi jurnalis, pejabat negara, anggota dewan, pengamat politik, ataupun peneliti. Ini membuktikan bahwa lulusan Untan banyak juga yang mau ikut berpartisipasi dalam memajukan negara dari segi sosial dan politik demi terwujudnya Bersama Untan Membangun Negeri.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (15%). Lulusan Untan pada umumnya dan lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis menyadari bahwa setiap perusahaan memerlukan sdm (sumber daya manusia) yang ahli di bidang ekonomi untuk mengelola alur keuangan mulai dari direktur keuangan atau Finance Director, Account Payable, Account Receivable, Billing and Collection, Treasury, Payroll, Reporting yang merupakan jabatan-jabatan dengan keahlian yang khusus dan mumpuni.

Fakultas Hukum (10%). Fakultas ini menduduki peringkat keempat dimana dengan adanya aparat penegak hukum pun, tindak kejahatan masih merajalela, apalagi jika tidak ada peran sama sekali dari mereka. Melihat peluang karir yang ada, seperti Jaksa, Pengacara, Hakim, dan karyawan perusahaan yang mengurusi bagian legal formal serta perjanjian, maka 10% dari jumlah lulusan Universitas Tanjungpura memilih untuk bekerja di ranah hukum.

Fakultas Kedokteran (9%). Mengingat kesehatan adalah kebutuhan yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan kita, maka cukup banyak lulusan Universitas Tanjungpura yang bekerja di bidang Kesehatan seperti dokter, perawat, hingga ahli farmasi serta tenaga farmasi lainnya.

Baca juga: Bersama Untan Membangun Negeri

Bersama Untan Membangun Negeri Data tersebut diatas diambil dari sumber http://simalum.untan.ac.id tahun 2016/2017 dan dijabarkan secara lengkap oleh https://video.quipper.com. Bagaimana dengan lulusan fakutas lainnya?. Lulusan lainnya juga tidak kalah dengan lulusan fakultas yang sudah tertera dan tersebut diatas. Semua dengan kemapuan dan skill masing-masing bertumbuh dan berkembang seiring majunya perkembangan dan pembangunan di Pontianak pada khususnya dan kemajuan Kalimantan Barat pada umumnya. Data statistik lainnya yaitu yang bersumber dari www.untan.ac.id Universitas Tanjungpura saat artikel ini ditulis memiliki 63 Program Sarjana, 24 Pasca Sarjana, 31.720 Orang Mahasiswa, 58.061 orang lulusan, 2.059 orang staf, dan 197 Penelitian.

Bersama Untan Membangun Negeri

Yang paling nyata saat ini di tahun 2018 adalah perkembangan pesat dan kemajuan Kota Pontianak dalam 10 tahun terakhir ini. Kemajuan yang sangat pesat mulai dari Jalan raya yang diperbesar atau diperlebar, sarana kesehatan setingkat kelurahan sudah ada instalasi rawat Inap 24 jam, serta sarana Sekolah dan pendidikan yang fisiknya sudah semakin besar dan luas. Jumlah perijinan yang dipangkas habis dan dibuat sedikit mungkin demi majunya sektor ekonomi, perdagangan dan bisnis di Pontianak. Walikota Pontianak pada akhir tahun 2017 yang lalu juga dinobatkan menjadi salah satu dari 7 (tujuh) walikota terbaik se-Indonesia oleh Kementrian Dalam Negeri yaitu Penghargaan Leadership Award 2017 (Kepemimpinan Kepala Daerah) yang diserahkan langsung oleh Mendagri Bapak Tjahjo Kumolo pada hari Senin tanggal 18 Desember 2017. Nama walikota Pontianak juga disejajarkan dengan walikota Surabaya, Walikota Bandung. Siapa walikota Pontianak yang mendapat banyak sekali penghargaan dan penghargaan tertingginya adalah menjadi Walikota Terbaik Se-Indonesia, beliau adalah Bapak Sutarmidji yang juga sudah dilantik sebagai Ketua Ikatan Alumni (IKA) Universitas Tanjungpura Periode 2015-2020 pada hari Minggu Tanggal 25 September 2017. Beliau juga mengatakan usai dilantik bahwa akan memprioritaskan alumni Untan di tempat-tempat pengambil keputusan demi terwujudnya Bersama Untan Membangun Negeri.

Bersama Untan Membangun Negeri Dari contoh nyata tersebut diatas membuktikan bahwa Lulusan Untan memanglah sangat terbukti dan kompeten dalam kemajuan perkembangan pemerintah kota Pontianak pada khususnya dan kemajuan daerah Kalimantan Barat pada umumnya serta membuktikan Visi dan Misi Universitas Tanjungpura untuk Bersama Untan Membangun Negeri.

Filed Under : Bersama Untan Membangun Negeri

Tagget With : Bersama Untan Membangun Negeri

FacebookTwitterGoogle+Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *